Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Palung Kesumat (sebuah cerita)

“Jangan beri anak-anak luka jiwa, karena luka itu terbawa sepanjang jalan hidup, mengendap tapi tak hilang dan mengiris perih setiap otak membalik kenangan…” #Diamanda

Gerimis baru saja usai. Tanah basah. Titik air masih terlihat di ujung daun ilalang, juga bunga kembang sepatu yang banyak di halaman rumah, di sudut kanan, dekat jalan setapak, jalan dimana orang-orang lalu lalang. Burung-burung mulai kerkicau dan sepasang anjing sedang bergurau, saling mengaum, berlarian dan kemudian diam. Ini hari kedelapan setelah peristiwa malam yang menggemparkan, saat ibu Suri meraung dan merarau.

Suri turun ke tanah, membuat garis-garis dengan pecahan porselen. Ketika garis-garis tersebut akhirnya saling terambung membentuk kotak-kotak, Suri menatap dan tersenyum, menyadari garis-garis tersebut lurus dan tepat. Dia hendak main ‘sedapak’ meski hanya sendirian. Lalu Suri pun mulai melompat-lompat di kotak-kotak yang dia buat, sambil memindah-mindahkan pecahan porselen tadi, dari satu kotak ke kota…

Postingan Terbaru

Palung Kesumat (sebuah cerita)

Ini Maret Kita, Mama

Riap

Anak Laki-Laki Ibu

Jiwa Retak

Rakyat yang Ditinggalkan

Aku akan Pulang Mama

Luka Hati Perempuan

Niar, Tumbal Sawit Koto Cengar